Kriminalitas di kalangan remaja semakin marak
terjadi di negara Indonesia. Pembunuhan, tawuran, pencurian bahkan seks bebas
sudah menjadi hal yang lumrah saat ini. Namun tak jarang orang-orang diluar
sana yang malah memanfaatkan keadaan untuk meraup keuntungan besar seperti
halnya dalam melakukan praktek aborsi dengan tarif yang sangat lumayan untuk dinikmati sendiri.
Tanpa di sadari inilah awal munculnya pemikiran dan ide-ide negative yang akan
membawa mental-mental anak Indonesia menjadi semakin rendah. Lalu salah siapa
mental anak Indonesia menjadi semakin rendah jika diluar sana masih banyak
orang yang “diuntungkan”?.
Pendidikan, ini adalah salah satu hal yang paling
penting di setiap negara termasuk Indonesia. Sebagaimana di ketahui bahwa
pendidikan yang baik pasti mampu untuk menciptakan para generasi berkualitas,
begitupun hal yang seharusnya dilakukan oleh bangsa Indonesia. Namun
kenyataannya banyak sekolah di Indonesia yang mematok harga pendidikan sangat
tinggi hanya untuk membayar bangunan megah mirip istana, sedangkan dalam hal
pendidikan sangat jauh dari kata sempurna. Inilah faktor mengapa banyak para
generasi bangsa yang lebih memilih untuk membanting tulang dari pada memperluas
wawasan di sekolah. Lalu salah siapa mental anak Indonesia menjadi semakin
rendah jika untuk belajar pun sangat susah?
Diskriminasi, itulah hobi dari negara ini.
Membedakan antara si kaya dan si miskin, orang terbuang dan terpandang, atasan
dan bawahan. Bahkan hukum pun tak dapat berbicara benar jika uang di depan
mata. Itulah hukum Indonesia, menghukum orang tak berdaya seberat-beratnya dan
membebaskan penguasa tanpa banyak bicara. Itulah hukum Indonesia, mengacuhkan rakyat
jelata namun menghormati mereka yang bertahta.
Itulah mengapa banyak warga yang memberontak, melakukan aksi anarkis agar di
pandang. Dan lebih parahnya lagi, mereka yang mengaku para pelindung bangsa
tetap duduk nyaman di atas singgasananya, tanpa melirik keluar jendela yang
sedang riuh bergelora. Lalu salah siapa mental anak Indonesia menjadi semakin
rendah jika sang “IBU” bermental lebih rendah?
Para generasi muda di Indonesia saat ini mungkin
memiliki mental yang rendah. Namun hal itu tentu bukan sepenuhnya kesalahan
mereka, karena jika diperhatikan tak jarang para pemimpin bangsa yang
seharusnya menjadi panutan malah menjadi setan. Para pemimpin dan penerus
bangsa harus bersatu, bahu membahu dalam menghapus segala penghambat untuk
peningkatan mental seluruh bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar